Wednesday, June 29, 2016

Komunikasi Orang Tua dan Pendidik terhadap Perkembangan Anak

Komunikasi Orang Tua dan Pendidik terhadap Perkembangan Anak
               Komunikasi merupakan bagian penting dalam kegiatan kerja sama orangtua dan pendidikan dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak.
               Secara umum berdasarkan langsung tidaknya komunikasi itu dilakukan terdapat dua jenis komunikasi yaitu komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung.
               Komunikasi langsung yaitu komunikasi yang menyampaikan pesannya tidak memerlukan bantuan perantara atau media.
               Dalam komunikasi langsung ada beberapa ciri yang harus diketahui dan dihayati pendidik yaitu keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesamaan.
               Komunikasi tidak langsung adalah komunikasi yang dilaksanakan melalui perantara atau juga sering disebut media. Media tersebut sengaja dibuat melalui suatu perencanaan secara matang.

               Bentuk-bentuk kegiatan komunikasi perkembangan anak antara lain; kunjungan rumah, kunjungan sekolah, percakapan telepon, kunjungan secara kebetulan, pertemuan orangtua-pendidik, kelompok-kelompok studi, rapat orangtua yang terencana, laporan berkala, dan buku pedoman orangtua.

Hakikat Pendidikan Lingkungan pada Anak Usia Dini

Hakikat Pendidikan Lingkungan pada Anak Usia Dini
               Pendidikan lingkungan pada anak usia dini bukanlah hanya tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk orangtua dan masyarakat. Tetapi sebelum orangtua dan masyarakat terlibat langsung dalam pendidikan lingkungan, terlebih dahulu mereka harus memahami makna pendidikan lingkungan itu sendiri, terutama yang dikhususkan bagi anak usia dini.
               Jika lingkungan diartikan sebagai segala proses melatih, membimbing dan mengarahkan seseorang agar menjadi lebih baik, maka pendidikan lingkungan secara sederhana dapat diartikan sebagai upaya atau proses melatih, membimbing, dan mengarahkan seseorang, dalam hal ini adalah anak usia dini agar mereka menjadi lebih berakhlak, cerdas, sehat dan bertanggung jawab dalam menghadapi, berinteraksi, dan memanfaatkan segala sesuatu yang berada di sekitarnya.
               Pendidikan lingkungan pada anak usia dini haruslah tepat sasaran. Terdapat beberapa sasaran terpenting dari pendidikan lingkungan pada anak usia dini yaitu agar anak-anak;
               1.            memiliki pengetahuan tentang lingkungan yang lebih baik
2.            memiliki kemampuan berinteraksi dengan lingkungan hidup secara lebih tepat dan lebih baik
3.            memiliki kemampuan mengelola lingkungan hidup lebih tepat dan lebih baik
4.            dapat memanfaatkan lingkungan hidup lebih tepat, wajar, dan lebih baik
5.            pada dirinya tumbuh kemauan untuk berbuat yang baik untuk lingkungan
6.            dapat menghindari dampak-dampak buruk dari lingkungan dan pengaruh-pengaruh lainnya yang lebih luas
               Keenam sasaran di atas merupakan kunci dari pentingnya penerapan pendidikan lingkungan pada anak usia dini. Dengan pendidikan lingkungan inilah diharapkan anak dapat memecahkan persoalan-persoalan kritis yang terkait llingkungan serta sekaligus membantu membentuk ketahanan anak dalam menghadapi kehidupan yang lebih luas dan kompleks di masa depannya.
               Agar semua harapan tersebut dapat efektif dan melekat dengan sempurna, maka dalam penerapannya harus memperhatikan beberapa prinsip, sehingga dalam pendidikan lingkungan pada anak usia dini menjadi jelas acuannya, di antara prinsipnya adalah sebagai berikut;
1.            Penyelenggaraan Pendidikan lingkungan hendaklah dilakukan secara aktual dan bersifat emergen
2.            Penyelenggaraan pendidikan lingkungan hendaklah dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, atau melalui bermain
3.            Penyelenggaraan pendidikan lingkungan sebaiknya dikaitkan dengan kehidupan nyata di sekitar anak
4.            Penyelenggaraan pendidikan lingkungan hendaklah dilakukan secara terintegrasi
5.            Materi pendidikan lingkungan hendaklah disajikan melalui objek yang menarik

6.            Pendidikan lingkungan hendaklah menjunjung tinggi nilai keamanan dan terhindar dari kecelakaan yang tidak diharapkan

Pengaruh Lingkungan terhadap Perkembangan Anak Usia Dini dan Peran Orantua, Masyarakat dalam Menciptakan Lingkungan yang Sehat

Pengaruh Lingkungan terhadap Perkembangan Anak Usia Dini dan Peran Orantua, Masyarakat dalam Menciptakan Lingkungan yang Sehat
               Upaya meningkatkan rupa dan rasa pada makanan, sering kali menggunakan zat adiktif. Namun terkadang zat tersebut malah membawa dampak negatif yaitu menjadikan makanan berpotensi beracun, khususnya makanan yang sering dikonsumsi anak-anak. Misal pewarna buatan, dapat mengakibatkan kanker, kerusakan ginjal, kandung kemih dan lain-lain. Penggunaan BHA atau BHT dalam jangka panjang menyebabkan kelainan kromosom bagi orang yang alergi terhadap aspirin. Bagi penderita asma, sulfit dapat menyebabkan sesak nafas, gatal dan bengkak. Zat adiktif yang digunakan dapat berupa pengawet, pewarna, pemanis, dan lain-lain.
               Pencemaran lingkungan yang terjadi di sekitar kita sangat mencemaskan karena berhubungan dengan kesehatan. Hal ini disebabkan oleh perilaku masyarakat yang menentukan gaya hidup tersendiri dan menciptakan lingkungan sesuai dengan yang diinginkannya sehingga timbulah penyakit yang sesuai dengan perilakunya tadi.
               Pencemaran air, udara, dan tanah berakibat buruk, khususnya bagi anak usia dini yang masih rentan penyakit. Misal yang sering menjangkit anak usia dini antara lain infeksi pernafasan, penurunan kecerdasan dan lain-lain.

               Semua pihak harus mengupayakan jaminan kesehatan bagi anak usia dini. Sektor kesehatan telah melaksanakan semua hak untuk anak namun usaha tersebut tidak maksimal tanpa dukungan semua pihak. Untuk itu tiba saatnya kita untuk menempatkan orantua dan masyarakat pada peran yang besar dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak usia dini.

Cara Melibatkan Orangtua dalam Kegiatan di Luar Kelas yang Mendukung Proses Kegiatan Belajar

Cara Melibatkan Orangtua dalam Kegiatan di Luar Kelas yang Mendukung Proses Kegiatan Belajar
               Kehadiran dan keterlibatan orangtua di kelas akan memberikan banyak keuntungan baik bagi pendidik PAUD maupun bagi para orangtua.
               Sesungguhnya banyak keuntungan yang diperoleh orangtua melalui pelibatan orangtua di lembaga PAUD yaitu mengembangkan rasa memiliki program, dapat mengamati bagaimana anak berhubungan dengan orang lain, memperoleh pemahaman yang memadai tentang perkembangan anak, dapat mengapresiasi tim pendidik, mempelajari kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan di rumah, bertemu teman-teman anak, membangun persahabatan yang abadi dengan orangtua lain, dan dapat mendukung pembelajaran di rumah.
               Pendidik memperoleh keuntungan dengan adanya pelibatan orangtua yaitu; memiliki waktu bersama seorang anak yang perlu perhatian atau berkesempatan melayani kelompok yang lenih kecil, mempelajari bagaimana orangtua memotivasi anaknya, melihat bagaimana anggota keluarga menolong anak memecahkan masalah, mempelajari budaya yang berbeda-beda, serta mempelajari keterampilan khusus dan hobi yang sama-sama dimiliki anak dan anggota keluarga.

               Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam pelibatan orangtua di kelas adalah penyambutan keluarga yang datang ke kelas, melakukan kegiatan di dalam kelas, petunjuk untuk melakukan kegiatan, dan memberikan penghargaan kepada orangtua.

Cara Melibatkan Orangtua dalam Kegiatan di Luar Kelas yang Mendukung Proses Kegiatan Belajar

Cara Melibatkan Orangtua dalam Kegiatan di Luar Kelas yang Mendukung Proses Kegiatan Belajar
               Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan sebagai cara melibatkan orangtua dalam kegiatan di luar kelas yang mendukung proses kegiatan anak antara lain melalui karyawisata, membuat perlengkapan atau bahan program kegiatan pengembangan, membantu memperbaiki peralatan atau alat permainan di luar kelas, serta membawakan buku dan mainan untuk anak-anak.
               Dalam kegiatan karyawisata, orangtua dapat dilibatkan dalam kegiatan perencanaan, pengadministrasian kegiatan, pelaksanaan, dan pada saat interpretasi pengalaman anak-anak.
               Pembuatan perlengkapan atau bahan untuk kegiatan pengembangan anak seperti membuat alat permainan, dapat dijadikan sebagai sarana efektif untuk melibatkan orangtua dalam kegiatan belajar anak usia dini
               Para orangtua dapat dilibatkan dalam kegiatan pengembangan anak melalui keterlibatan dalam membantu memperbaiki peralatan atau alat permainan di luar kelas.

               Membawakan buku-buku untuk dibaca anak dan alat-alat permainan tertentu dapat dijadikan upaya untuk melibatkan orangtua di lembaga PAUD. Buku-buku yang dibawa selanjutnya dapat dikelola di ruang keluarga yang telah disediakan secara khusus untuk para orangtua.

Memahami Hakikat dan Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus

Memahami Hakikat dan Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus
               Anak dengan kebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikan mengalami kelainan/penyimpangan dalam proses perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Secara singkat masing-masing jenis kelainan dijelaskan sebagai berikut.
               1.            Tunanetra adalah anak yang mengalami gangguan penglihatan
               2.            Tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan pendengaran
               3.            Tunadaksa  adalah anak yang mengalami kelainan anggota tubuh
               4.            Berbakat adalah anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa
               5.            Tunagrahita
               6.            Lamban Belajar
               7.            Anak yang mengalami kesulitan spesifik
               8.            Anak yang mengalami gangguan komunikasi

               9.            Tunalaras adalah anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku

Pelibatan Orangtua dan Masyarakat dalam Kegiatan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus

Pelibatan Orangtua dan Masyarakat dalam Kegiatan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus
               Partisipasi seseorang atau suatu kelompok masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan anak berkebutuhan khusus tergantung pada pengetahuan tentang pendidikan inklusi sehingga terlihat pada; 1. pengambilan keputusan terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif; reaksi terhadap pendidikan inklusif; 2. sikap terhadap pendidikan inklusif yaitu perasaan terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif; 3. tingkah laku yakni apa yang dilakukannya terhadap penyelenggaraan inklusif; dan keyakinan-keyakinan yang ada tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif tersebut; 4. Kebutuhan terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif.

               Sedangkan tingkat partisipasi  baik perseorangan maupun kelompok terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu; 1. Derajat keterlibatan, mulai dari sekedar mengetahui adanya suatu usaha sampai dengan ikut aktif menyumbangkan pikiran, tenaga, maupun materi. 2. Prakarsa keterlibatan, yang dapat dibedakan antara keterlibatan spontan, dengan persuasi, atau melalui paksaan. 3. Organisasi keterlibatan, yang dapat dibedakan menjadi keterlibatan perseorangan atau secara kelompok. 4. Sikap dalam keterlibatan, mulai dengan yang mendukung, setuju, sampai yang menentang.