Friday, July 1, 2016

Rencana dan Proposal PTK

Rencana dan Proposal PTK
            Rencana Perbaikan Pembelajaran dibuat dengan menggunakan format yang hampir sama dengan format Rencana Pembelajaran. Bedanya, dalam RPP terdapat tujuan perbaikan, deskripsi kegiatan lebih rinci, pertanyaan, soal, dan kunci jawaban dicantumkan secara lengkap, sedangkan dalam RP unsur-unsur tersebut tidak selalu ditulis. Format dapat disesuaikan dengan format yang berlaku di sekolah masing-masing.
            Untuk membuat RPP yang akurat dan dapat diandalkan dalam pelaksanaan, perlu dilakukan langkah-langkah :
            1.         membuat skenario pembelajaran
            2.         menyiapkan sarana dan fasilitas pembelajaran
            3.         menyusun RPP secara lengkap
            4.         Mensimulasikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan RPP untuk melihat                       kelayakannya
            5.         Menyempurnakan RPP berdasarkan hasil simulasi
            Prosedur dan alat pengumpul data ditentukan berdasarkan masalah dan tujuan perbaikan. Jika guru meminta teman sejawat untuk mengobservasi pelaksanaan perbaikan, lembar observasi harus disepakati terlebih dahulu. Karena data yang dikumpulkan lebih cenderung kepada data kualitatif, maka prosedur dan alat pengumpul data dapat berupa observasi dengan menggunakan lembar observasi, wawancara, berdasarkan panduan wawancara, catatan guru dan refleksi.
            Proposal PTK diperlukan jika guru ingin ikut perlombaan PTK atau mendapat dana untuk melaksanakan PTK yang diusulkan. Format proposal biasanya ditentukan oleh sponsor. Dari segi administratif proposal dapat bervariasi, namun dari segi substansi, pada umumnya sama. Komponen kunci sebuah proposal PTK adalah sebagai berikut:
            1.         Judul
            2.         Bidang Kajian
            3.         Pendahuluan, yang memuat latar belakang munculnya masalah serta akar                 penyebab masalah
            4.         Perumusan dan pemecahan masalah
                        1.         perumusan masalah
                        2.         pemecahan masalah
                        3.         tujuan penelitian
                        4.         manfaat penelitian
            5.         Kajian Pustaka
            6.         Rencana dan Prosedur Penelitian

            Disamping komponen kunci, juga terdapat komponen pendukung administratif, seperti jadwal penelitian, personalia penelitian, biaya penelitian, dan lampiran.        

Perbedaan Peran Guru sebagai Pengajar dan Pelaksana PTK

Perbedaan Peran Guru sebagai Pengajar dan Pelaksana PTK
            Sebagai pelaksana PTK, guru mempunyai peran yang lebih besar dibandingkan guru yang mengajar tanpa melaksanakan PTK. Pada tahap perencanaan guru pelaksana PTK harus membuat persiapan yang lebih ribci, menetapkan tujuan perbaikan, mencantumkan pertanyaan yang akan diajukan, mendeskripsikan dengan cermat setiap langkah kegiatan, serta melakukan kesepakatan dengan teman sejawat yang akan membantu mengamatinnya.
            Pada tahap pelaksanaan, disamping mengajar sebagai biasa, guru pelaksana PTK juga harus mengumpulkan data yang terkait dengan tindakan perbaikan yang sedang dilaksanakan. Data dapat dikumpulkan melalui catatan kecil, ingatan dan pekerjaan siswa. Setelah pelajaran usai, guru pelaksana PTK harus segera menghimpun data dan melakukan refleksi, melengkapi data yang masih kurang melalui dialog dengan siswa dan teman sejawat yang membantu, serta melakukan analisis data sampai ditemukan kesimpulan hasil tindakan perbaikan yang akan dijadikan masukan untuk perencanaan berikutnya.

            Guru pelaksana PTK sangat perlu membangun kolaborasi dengan teman sejawat, baik sekolah sendiri maupun dari sekolah lain, serta dengan pakar bidang studi dan dosen LPTK. Kolaborasi perlu dilakukan agar masalah yang dihadapi dapat dianalisis secara cermat, kemusian direncanakan tindakanperbaikan yang sesuai dengan hakikat masalah, teori yang relevan, serta pengalaman di bidang yang serupa. Kolaborasi dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti pertemuan KKG, PKG, pendekatan pribadi, dan melalui media.

Melaksanakan Perbaikan Pembelajaran

Melaksanakan Perbaikan Pembelajaran
            Pelaksanaan tindakan perbaikan harus diawali dengan persiapan akhir, yang meliputi pemeriksaan berbagai kegiatan aspek berikut:
            1.         komponen rencana perbaikan secara keseluruhan
            2.         kelogisan pertanyaan yang akan diajukan
            3.         ketersediaan alat-alat pelajaran yang diperlukan
            4.         mencobakan alat-alat pelajaran yang akan digunakan
            5.         urutan kegiatan pada setiap tahap
            6.         kesiapan lembar observasi yang akan digunakan
            7.         kesiapan teman sejawat untuk membantu sebagai pengamat jika memang                      diperlukan
            Semua kegiatan ini perlu dilakukan untuk menyakinkan keberhasilan tindakan perbaikan. Setelah melakukan persiapan akhir, guru siap untuk melakukan tindakan perbaikan.
            Pelaksanaan tindakan perbaikan berlangsung di kelas guru sendiri sesuai dengan rencana perbaikan yang telah disiapkan. selama pelaksanan perbaikan, di samping mengajar, guru mengumpulkan data, yang dapat dilakukan dengan bantuan teman sejawat atau tanpa bantuan. Oleh karena itu, guru perlu membuat catatan jika ada kesempatan, atau segera mencatat peristiwa penting setelah pelajaran usai.
            Keberhasilan tindakan perbaikan banyak tergantung dari keyakinan guru akan langkah-langkah yang telah disiapkan, kesiapan guru untuk melaksanakan perbaikan, dan tentu saja komitmen dan kerja keras.

            Refleksi dilakukan setelah data pembelajaran diolah, atau setelah guru mempunyai gambaran tentang keberhasilan atau kegagalan serta kekuatan atau kelemahan tindakan perbaikan yang dilakukan. Kekuatan ingatan dan kejujuran dalam melakukan refleksi akan sangat membantu guru menemukan kekuatan dan kelemahan tindakan perbaikan yang telah dilakukan, sehingga dapat dihasilkan masukan yang bermakna bagi perencanaan daur berikutnya. 

Analisis, Penyajian, dan Interpretasi Data

Analisis, Penyajian, dan Interpretasi Data
            Data penelitian tindakan kelas pada dasarnya dikumpulkan oleh guru yang berperan sebagai peneliti dan pengajar, dan jika perlu dapat dibantu oleh teman sejawat. Data tersebut lebih banyak bersifat kualitatif, meski ada juga yang berupa data kualitatif.
            Analisis data adalah upaya yang dilakukan oleh guru yang berperan sebagai peneliti untuk merangkum secara akurat data yang telah dikumpulkan dalam bentuk yang dapat dipercaya dan benar.
            Sehubungan dengan butir 2, maka analisis data dilakukan dengan cara memilih, memilah, mengelompokkan, data yang ada, merangkumnya, kemudian menyajikan dalam bentuk yang mudah dibaca atau dipahami. penyajian hasil analisis data kualitatif dapat dibuat dalam bentuk uraian singkat, bagan alur, atau tabel sesuai dengan hakikat data yang dianalisis.
            Data kualitatif dianalisis dengan statistik deskriptif untuk menemukan persentase, dan nilai rata-rata. Penyajian hasil analisis dapat dilakukan dengan membuat tabel distribusi atau grafik.
            Interpretasi data adalah upaya peneliti untuk menemukan makna dari data yang dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Interpretasi ini pada gilirannya akan menjadi temuan penelitian.
            Analisis yang akurat dan cara penyajian yang tepat akan memungkinkan tafsiran/interpretasi hasil penelitian yang akurat dan valid itu. Oleh karena itu, guru harus sangat berhati-hati dalam melakukan analisis. kekurangakuratan dapat diminimalkan dengan melakukan cross chek dengan sumber data atau dengan data lain yang sejenis.

            Agar mampu melakukan analisis data, guru harus banyak melakukan latihan dan bekerja dalam kelompok.

Kesimpulan dan Tindak Lanjut Hasil Penelitian Tindakan Kelas

Kesimpulan dan Tindak Lanjut Hasil Penelitian Tindakan Kelas
            Menyimpulkan adalah mengikhtisarkan atau memberi pendapat berdasarkan apa-apa yang diuraikan sebelumnya. Sejalan dengan itu, kesimpulan adalah kesudahan pendapat atau pendapat terakhir yang dibuat berdasarkan uraian sebelumnya.
            Dalam kaitan dengan PTK, kesimpulan harus disusun secara singkat, padat, dan jelas, sesuai dengan uraian, dan mengacu pada pertanyaan penelitian atau tujuan perbaikan. disamping itu, kesimpulan harus disusun secara sistematis sesuai dengan urutan pertanyaan penelitian atau tujuan penelitian.
            Penyusunan kesimpulan seyogyanya dilakukan melalui langkah-langkah:
            1.         memeriksa dan memahami pertanyaan penelitian atau tujuan perbaikan
            2.         mencermati, menganalisis dan mensistesis deskripsi temuan
            3.         menulis kesimpulan untuk setiap pertanyaan penelitian atau tujuan                                     perbaikan
            4.         mengurutkan setiap butir kesimpulan sesuai dengan urutan pertanyaan                             penelitian atau tujuan perbaikan
            5.         memeriksa kesesuaian antara pertanyaan penelitian atau tujuan perbaikan                   dengan deskripsi temuan dan kesimpulan.
            Saran dimaknai sebagai pendapat yang dikemukakan untuk dipertimbangkan. Dalam kaitan dengan PTK saran merupakan pemikiran yang diajukan oleh guru peneliti untuk menindaklanjuti hasil penelitiannya.
            Saran tindak lanjut hasil PTK harus memenuhi rambu-rambu
            1.         bersumber atau sesuai dengan kesimpulan
            2.         bersifat kongkret, operasional, dan penting, sehingga menarik untuk                                     dilaksanakan oleh guru
            3.         jelas sasarannya, apakah ditujukan kepada guru atau sekolah,atau barangkali                   instansi lain
            4.         dapat meliputi hal-hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian
            Pembuatan saran dapat dilakukan melalui langkah-langkah
            1.         mencermati hasil PTK
            2.         mengkaji aspek-aspek dari kesimpulan tersebut yang perlu ditindaklanjuti,                      baik oleh guru peneliti, guru lain, maupun sekolah
            3.         menetapkan kepada siapa saran tersebut akan ditujukan

            4.         menulis saran

Hakikat Laporan Penelitian Tindakan Kelas

Hakikat Laporan Penelitian Tindakan Kelas
            Laporan PTK adalah laporan yang ditulis secara sistematis berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri. Laporan ini ditulis karena merupakan dokumen yang dapat dijadikan acuan, harus diserahkan kepada pihak sponsor, serta dapat diketahui oleh umum, terutama oleh para guru yang barangkali mengalami masalah yang sama dengan yang dilaporkan.
            Sistematika laporan PTK pada umumnya tidak jauh berbeda dari laporan penelitian formal. Sesuai dengan format laporan PTK yang terdapat dalam panduan Direktorat Jendral Pendidikan, maka sistematika laporan PTK dibuat sebagai berikut
Laporan Penelitian Tindakan Kelas
Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Abstrak
Daftar Isi
I.          Pendahuluan
            A.         Latar Belakang Masalah
            B.         Rumusan Masalah
            C.         Tujuan Penelitian
            D.         Manfaat Penelitian
II.         Kajian Pustaka
III.        Pelaksanaan Penelitian
            A.         Subjek Penelitian
            B.         Deskripsi per Siklus
IV.        Hasil Penelitian dan Pembahasan
            A.         Deskripsi per Siklus
            B.         Pembahasan dari setiap siklus
V.         Kesimpulan dan Saran
            A.         Kesimpulan
            B.         Saran
Daftar Pustaka
Lampiran
            Judul penelitian hendaklah menggambarkan aktivitas perbaikan yang dilaksanakan sebagai fokus PTK
            Abstrak memuat sari pati dari setiap komponen penelitian, mulai dari masalah, tujuan ppenelitian, pelaksanaan penelitian, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran. Dengan membaca abstrak orang akan mendapat gambaran umum mengenai PTK yang dilaporkan
            Pendahuluan memuat latar belakang munculnya masalah, analisis dan perumusan masalah, serta tujuan dan manfaat penelitian.
            Kajian pustaka menguraikan tentang berbagai teori/hasil penelitian yang terkait dengan masalah penelitian, yang dapat dijadikan acuan dalam merancang perbaikan dan membahas hasil penelitian.
            Pelaksanaan penelitian mengungkapkan tentang subjek penelitian, prosedur pelaksanaan per siklus dengan data lengkap, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengumpulan data, dan cara refleksi.
            Hasil penelitian dan pembahasan menyajikan hasil penelitian setiap siklus dengan data lengkap, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pengamatan, refleksi, yang berisi penjelasan tentang keberhasilan dan kelemahan yang terjadi. Bagian ini didukung dengan tabel dan grafik, dan disertai dengan pembahasan mengapa hasilnya seperti itu.
            Kesimpulan dan saran berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran untuk menindaklanjuti hasil penelitian tersebut.

            Daftar pustaka memuat semua sumber yang digunakan sebagai acuan, yang disusun berdasarkan abjad dengan menggunakan gaya penulisan tertentu.

Menulis dan Mendesimenasikan Laporan Penelitian Tindakan Kelas

Menulis dan Mendesimenasikan Laporan Penelitian Tindakan Kelas
            Dalam menulis laporan PTK perlu diperhatikan berbagai ketentuan, seperti etika penulisan, penggunaan bahasa indonesia ragam tulis, serta berbagai ketentuan teknis.
            Etika penulisan mencangkup; kejujuran, keobjektifan dan pengutipan. Ketiga aspek ini sangat berkaitan erat. Kejujuran menuntut penulisjujur terhadap diri sendiri dan orang lain dengan cara mengungkapkan dan menafsirkan data/informasi apa adanya tanpa dicampuri oleh kepentingan pribadi. Keobjektifan menuntut penulis menyajikan informasi sebagaimana adanya, tanpa manipulasi, sehingga apa yang dibaca oleh pembaca memang benar adanya. Pengutipan berkaitan dengan mengutib atau menggunakan pendapat orang lain dalam tulisan. Dalam hal ini, penulis harus mencantumkan sumber kutipan dengan mengikuti aturan yang berlaku.
            Penggunaan bahasa Indonesia ragam tulis, menuntut penulis memperhatikan kaidah-kaidah bahasa tulis, sehingga tingkat keterbacaan laporan menjadi tinggi. Kaidah bahasa tulis paling tidak mencangkup pilihan kata, struktur kalimat, paragraf, dan ejaan. Kata yang digunakan dalam laporan seyogyanya merupakan kata baku yang diketahui oleh umum, kalimat cukup luas untuk memenuhi unsur-unsur kalimat sempurna, paragraf merupakan paparan buah pikiran yang utuh, serta cara penulisan harus mengikuti aturan EYD.
            Ketentuan teknis berkaitan dengan penampilan laporan yang mudah dibaca. Ketentuan ini mencangkup, sistem penomoran, cara mengutip, serta huruf, spasi, dan margin. Sistem penomoran dapat menggunakan sistem digit atau campuran angka dan huruf, asal digunakan secara konsisten. Cara mengutip harus mengikuti aturan APA, sedang huruf yang digunakan adalah TNR atau Arial dengan font zise 12, spasi 1,5 serta margin 4433.

            Laporan PTK dapat didiseminasikan melalui berbagai pertemuan tatap muka seperti seminar, rapat kerja, kelompok kerja guru, di samping melalui berbagai media, seperti majalah, jurnal atau buletin.